single

Almarhum Ayah Jadi Motivasi Aditya Daffa Berjuang di Timnas U-16

Ligatopskor -  USAHA Aditya Daffa untuk bisa menembus Timnas U-16 Indonesia bukan perkara gampang. Oleh karenanya pemain alumni Liga TopSkor ini tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan yang sekarang didapat.

Buat Aditya Daffa bisa memperkuat Timnas U-16 bukan sekadar untuk eksistensinya di sepak bola nasional usia muda, tetapi juga tanggung jawab mewujudkan keinginan almarhum ayahnya.

"Bapak saya meninggal persis waktu saya mau pamit berangkat latihan. Saat mau cium tangan, bapak tiba-tiba kelihatan lemas. Saya langsung lari memanggil ibu, tetapi bapak akhirnya berpulang," kata Aditya Daffa.

Kata pemain yang di Liga TopSkor beredar bersama SSB ASTAM ini, ayahnya merupakan sosok paling getol dalam mendorongnya menjadi pemain sepak bola.

Sejak kecil sering diajak menonton sepak bola, terutama Timnas Indonesia, saat main di Stadion Utama GBK Senayan, Jakarta.

"Bapak pernah bilang suatu saat saya pasti masuk timnas. Mungkin sekarang baru jadi penonton, tapi suatu saat pasti akan main di GBK dan ditonton banyak orang," tutur Aditya Daffa.

Benar saja Aditya Daffa mampu mewujudkan keinginan almarhum ayahnya. Tepatnya saat kualifikasi Piala Asia U-16 2020 pada 2019, ketika laga terakhir Timnas U-16 melawan Cina digelar di Stadion GBK.

Saat itu usaha Aditya Daffa atau yang biasa dipanggil dengan nama Tile untuk masuk Timnas U-16 bukan perkara mudah. Tapi kerja keras dan usahanya, terutama saat bermain di Liga TopSkor yang sering dipantau pelatih timnas usia muda, kesempatan itu akhirnya muncul.

"Sampai hari inipun saya tidak menyangka bisa masuk Timnas U-16. Apalagi dilatih Bima Sakti yang merupakan idolanya saat beliau jadi pemain," tutur Aditya Daffa.

"Di usia 8 tahun saya diantar bapak daftar SSB dekat rumah, tapi karena tidak ada yang kelas usia itu, saya latihan dengan pemain U-10."

"Dulu di SSB Panser Ciputat, baru kemudian pindah ke ASTMAN di umur 11 tahun. Dari situ mulai ikut liga dan lain-lain. Mungkin terpantaunya di situ."

Aditya Daffa bukan berasal dari keluarga berlebihan. Bahkan saat mulai ikut SSB sepatu yang dipakai, sama dengan sepatu yang dipakai sekolah.

"Waktu itu orangtua belum mampu membelikan sepatu. Padahal saya ingin pakai sepatu bola. Tapi tidak apa-apa, itu yang sampai sekarang malah bikin teringat terus. Tidak terlupakan," tuturnya.

Sekarang Aditya Daffa tidak ingin kehilangan kesempatan untuk terus masuk dalam daftar pemain Timnas U-16. Termasuk nanti di Piala Asia U-16 2020 pada 2021.*

Top